GoesHealth – Menurut Kepala Sub Direktorat Tuberkulosis, DitJen PP & PL Kemenkes, drg. Dyah Erti Mustikawati, MPH, seseorang terinfeksi dengan kuman tuberkulosis (TB) belum tentu menjadi sakit. Kuman TB dapat menjadi tidak aktif (dormant) selama bertahun-tahun untuk membentuk dinding sel dalam bentuk lapisan tebal lilin. Ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menurun, kemungkinan mengalami penyakit tuberkulosis menjadi lebih besar .

Tuberkulosis atau TBC dapat menyebabkan kematian jika tidak segera mendapatkan pengobatan,” katanya pada media workshop di Hotel Acacia , seperti dikutip dari okezone.

Untuk awal mengantisipasi penyakit ini , gejala berikut penyakit TBC yang perlu Anda ketahui.

Gejala TB utama :
– Batuk persisten dan berdahak selama tiga minggu atau lebih .

Gejala tuberkulosis tambahan yang umum :
– Dahak bercampur darah / batuk darah
– Sesak napas dan nyeri di dada
– Demam / menggigil lebih dari sebulan
– Berkeringat di malam hari tanpa sebab yang jelas
– Penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan
– Kelemahan

Paling mudah untuk menemukan seseorang untuk kontrak TBC ketika ia berkeringat di malam hari tanpa sebab yang jelas. Meskipun TBC tidak dapat langsung ditentukan karena dapat didiagnosis, tapi itu salah satu pertanda. Jika Anda lengah, tidak berhenti batuk, nyeri pada dada, dan berkeringat dimalam hari, maka segeralah periksa,” tambah dr Arifin Nawas Sp, dokter ahli didepartemen TB klinis.

Menurut dia , untuk memastikan bahwa orang yang terkena TBC atau tidak, tim medis untuk membuat diagnosis dengan pemeriksaan mikroskopis langsung sputum (BTA) dan gambaran dari radiologi (Sinar-X). Jadi, periksakan keluarga Anda jika mereka memiliki gejala TBC, segeralah periksa ke tim medis.

Categories: Berita

Leave a Reply


 

Find Us on Youtube



Sponsors

  • Global Fund Fighting AIDS, Tuberculosis, Malaria
  • WHO Stop TB Departement
  • From The American People
  • KNCV Indonesia