Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, Pada 10 Desember 2013 membuka Workshop Advokasi Program Pengendalian TB dan Grant Signing GF SSF Fase 2.

IMG_3749Dalam sambutan pembukaan Prof. Tjandra menyampaikan, antara lain :

  1. Pengendalian Tuberkulosis (TB) yang merupakan salah satu indikator keberhasilan program MDG’s yang harus dicapai oleh Indonesia. Dua indikator utama untuk Pengendalian TB adalah menurunnya angka  kesakitan dan kematian akibat TB. Saat ini Program Pengendalian TB di Indonesia akan mencapai target indikator MDGs tersebut.
  2. Keberhasilan dalam mengendalikan tuberkulosis (TB) dapat dilihat dari penurunan angka  insidensi, prevalensi dan angka mortalitas TB yang diukur berdasarkan jumlah kasus per 100.000 penduduk  per tahun. Insidens TB sejak tahun 1990 menunjukkan penurunan dari 343/100.000 penduduk menjadi185/100.000 penduduk pada tahun 2012, hal ini diikuti dengan semakin meningkatnya jumlah kasus yang ternotifikasi sehingga kesenjangan (gap) kasus yang belum terjangkau oleh program semakin kecil dan dengan demikian akan menurunkan probabilitas terjadinya penularan di masyarakat. Indikator kedua MDGs adalah prevalensi TB, di Indonesia prevalens menunjukkan penurunan yang cukup signifikan sejak tahun 1990. Angka prevalensi pada tahun 1990 sebesar 442 kasus menjadi 297 kasus pada tahun 2012. Adanya penurunan angka insidensi dan prevalensi ini, diikuti dengan penurunan angka mortalitas akibat TB. Kematian akibat TB sebesar 53 kasus pada tahun 1990 turun menjadi 27 kematian pada tahun 2012 (turun sebesar 49%).
  3. Terkait keberlangsungan program TB pasca MDG, WHO telah mengembangkan Post-2015 TB Strategy untuk memastikan arah program TB di masa yang akan datang menuju eliminasi TB.
  4. Keberhasilan Program Pengendalian TB di Indonesia ditunjukkan dengan apresiasi dari beberapa tokoh penting di dunia diantaranya:
    • Sekjen PBB Ban Ki Moon dengan melalui surat langsung kepada Presiden RI pada tahun 2012.
    • Penghargaan dari Pemerintah Amerika Serikat melalui Global Health USAID tahun 2013 yang memberikan penghargaan Champion Award for Exceptional Work in the Fight Againts TB kepada Pemerintah Indonesia melalui Menteri Kesehatan RI.
    • Dari dalam negeri sendiri, Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono secara resmi telah menyampikan keberhasilan program pengendalian TB dalam pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-68 Proklamasi Kemerdekaan RI pada 16 Agustus 2013.
  5. Semua penghargaan ini adalah buah dari kerja keras seluruh komponen dalam upaya memberantas TB. Berbagai terobosan sudah dilakukan untuk pengendalian TB, namun masih banyak hal yang harus ditangani dan menjadi tantantangan Pengendalian TB dimasa mendatang.
  6. Media masa juga  merupakan salah satu sarana informasi yang memegang peranan penting dalam upaya penyebarluasan informasi TB untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap TB dan mendorong upaya-upaya peningkatan komitmen dari seluruh komponen masyarakat. Dalam rangka pemberian apresiasi kepada wartawan maka telah diadakan kegiatan Kompetisi Jurnalis dan sudah diperoleh 3 pemenang dalam kompetisi tersebut. Diharapkan kompetisi Jurnalis tahunan yang rencananya diselenggarakan setiap tahun ini Akan lebih meningkatkan kepedulian dan pelibatan Jurnalis dan media dalam Pengendalian Tuberkulosis.
  7. Komitmen dari seluruh komponen masyarakat dan pemerintah sangat diperlukan dalam pengendalian TB di Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Bebas TB. Dalam mendorong peningkatan komitmen tersebut, telah dibentuk wadah kemitraan di Indonesia untuk mendukung program pengendalian TB yang diberi nama Stop TB Partnership Forum Indonesia.
  8. Melalui Workshop Nasional yang diselenggarakan di hotel Swissbell pada tanggal 10-11 Desember 2013, akan disusun Roadmap Stop TB Partnership Indonesia. Pada saat yang bersamaan juga akan dilakukan penandatanganan Sub-grant Agreement dana hibah The Global Fund komponen TB melalui SSF (Single Stream Funding) Fase 2 untuk seluruh SR (Sub-Recipient) di bawah Kementerian Kesehatan dan sekaligus penyerahan hadiah bagi pemenang kompetisi jurnalis TB.
  9. Terkait dana hibah The Global Fund, total dana yang sudah disetujui untuk diberikan kepada Kementerian Kesehatan dalam kurun waktu 1 Januari 2014- 30 Juni 2016  adalah sebesar 56,5 juta US dollar, sebanyak 56% akan dikelola oleh PR (Principle Recipient) dan 46% akan dikelola Oleh  SR (Sub Recipient). Jumlah SR yang terlibat sebanyak 33 SR Dinas Kesehatan Provinsi, 6 SR di Institusi Pemerintah, 2 SR Organisasi Profesi, 2 SR institusi akademik dan 14 SR NGO.‎
  10. Dengan dana bantuan ini diharapkan antara lain dapat menemukan dan mengobati penderita TB reguler terkonfirmasi secara bakteriologis dan klinis pada tahun 2014 sebanyak 364,985; tahun 2015 sebanyak 386,213 dan pertengahan tahun 2016 sebanyak 202,762. Peningkatan cakupan TB MDR, pada tahun 2014 sebanyak 1800 penderita menjadi 2840 penderita pada 2015 dan menjadi 1904 pada pertengahan 2016. Selain itu juga penguatan kapasitas laboratorium serta layanan MTPTRO.‎
  11. Walaupun saat ini program pengendalian mendapatkan dukungan dari the Global Fund, tetapi kita harus mengingat bahwa dukungan tersebut tidak akan tersedia selamanya, dan secara bertahap kita harus melakukan upaya-upaya untuk mengambil alih komponen pembiayaan strategis dengan mobilisasi sumber pendanaan lokal. Upaya exit strategy dapat dilakukan dengan: peningkatan secara bertahap komponen pembiayaan pusat, provinsi dan kabupaten/kota sesuai dengan pembagian kewenangan. Kedua mengupayakan mobilisasi sumber pendanaan asuransi maupun swasta serta dana sosial lainnya. Ketiga melakukan upaya untuk cost-efficiency dan effectiveness.‎
  12. Dalam upaya untuk penyebarluasan tentang TB, media sebagai sarana informasi memegang peranan penting, terutama sebagai sarana untuk mendukung upaya-upaya advokasi kepada pengambil keputusan. Melihat peluang tersebut maka Pusat Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan bersama dengan Program Nasional Pengendalian TB mengajak insan media untuk berpartisipasi dalam memberikan kontribusinya dalam bentuk ide, gagasan, berupa tulisan/artikel yang informatif dan inspiratif bagi banyak pihak untuk terlibat aktif membantu pemerintah agar pengendalian TB. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah mengadakan “Kompetisi Jurnalistik tentang TB bagi pewarta berita di media Cetak dan Online”. Selaku wakil dari Kementrian Kesehatan RI kami sampaikan ucapan selamat untuk para pemenang dan ucapan terimakasih kepada para insan media, dewan juri dan seluruh mitra yang telah turut berperan serta dalam kegiatan Kompetisi Jurnalis ini.
  13. Penggunaan dana hibah ini ditujukan untuk kepentingan program TB dan penggunaanya diawasi Oleh pihak Global Fund, Local Fund Agency (LFA), auditor eksternal independen serta BPK. Oleh karena itu pengelolaannya harus betul-betul akuntable dan transparan.

Sumber DitJen PP & PL

Download Dokumentasi:

Atau melalui Dropbox

Categories: Acara, Arsip, Berita, Features, Foto

Leave a Reply


 

Find Us on



Sponsors

  • Global Fund Fighting AIDS, Tuberculosis, Malaria
  • WHO Stop TB Departement
  • From The American People
  • KNCV Indonesia