SURABAYA (bblk-surabayaWIN) – Sebagai upaya berkelanjutan untuk mencegah dan mengendalikan wabah penyakit menular secara global, US Agency for International Development (USAID) dan Becton, Dickinson and Company (BD), sebuah perusahaan teknologi medis global terkemuka, mengumumkan kerjasama untuk memperkuat sistem laboratorium rujukan nasional Indonesia.

Bertempat di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya, Jalan Karangmenjangan Surabaya, acara ini dihelat Selasa (11/2). Turut hadir dalam acara ini Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Kristen Bauer, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(KMARS, DTM&H, DTCE, serta May Kwai Cheong, Presiden Direktur BD untuk wilayah Asia Tengah.Selain untuk mencegah dan mengendalikan wabah penyakit menular secara global, perusahaan medis terkemuka di dunia ini juga memperkenalkan praktek laboratorium yang lebih baik untuk memperkuat sistem rujukan laboratorium nasional di Indonesia.

Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE mengatakan kerjasama berbentuk kemitraan baru antara pemerintah dengan swasta ini untuk mendukung Program Tuberkulosis (TB) Nasional (NTP).

“Selain untuk mendukung NTP, kerjasama yang sudah dilakukan ini berupaya meningkatkan dan memperluas kualitas pelayanan laboratorium. Secara khusus, kerjasama ini akan menekan deteksi dini juga memantau dan merawat kasus TB, “ ujar Tjandra.

Indonesia, lanjut Tjandra, berada di urutan 4 dunia sebagai negara dengan beban TB tertinggi dan urutan ke-8 untuk TB kebal obat di dunia. Setiap tahunnya, 64 ribu orang meninggal dunia karena TB. Dua persen dari semua kasus TB baru serta 12 persen kasus pengobatan ulang di Indonesia memiliki TB-MDR.

“Jaringan laboratorium TB sangat penting untuk mengidentifikasi kasus TB sejak dini dan menentukan model pengobatan yang tepat. BBLK Surabaya telah terakreditasi secara internasional dan merupakan mitra inti untuk kolaborasi dengan USAID serta BD. Tujuannya memperkuat kapasitas kapasitas laboratorium di seluruh Indonesia, “ pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Kristen Bauer mengatakan, kedepannya, kerjasama yang dilakukan dengan USAID dan BD dalam hal memperkenalkan praktek laboratorium ini, akan dilakukan juga di 19 laboratorium rujukan nasional lainnya, didukung NTP yang sedang melakukan layanan diagnostic TB.

“BD juga akan melatih pekerja laboratorium pada tes kerentanan terhadap obat TB dan bersama-sama dengan USAID akan mengembangkan akreditasi yang diakui secara nasional dan sistem sertifikasi untuk laboratorium Indonesia dan tenaga Laboratorium, “ ujar Kristen.

Kristen pun mengatakan, Amerika Serikat akan terus bermitra dengan Pemerintah Indonesia, pemerintah daerah, masyarakat sipil dan sektor swasta untuk memanfaatkan kekuatan dari kemajuan ilmiah, alat diagnostik yang akurat dan standar medis kelas dunia dengan tujuan  menghentikan dan mengobati infeksi TB.

Selain itu, sambung Kristen, pemerintah Amerika bersama-sama dengan pemerintah Indonesia, akan terus berkomitmen memerangi TB di Indonesia untuk menyelamatkan nyawa manusia serta mencegah puluhan ribu kasus TB tambahan di Indonesia. (lyn)

Categories: Berita

Leave a Reply


 

Find Us on Youtube



Sponsors

  • Global Fund Fighting AIDS, Tuberculosis, Malaria
  • WHO Stop TB Departement
  • From The American People
  • KNCV Indonesia