JAKARTA-Melihat masih besarnya ancaman penyebaran Tuberkulosis (TB) di Indonesia, calon dokter di Indonesia kini akan dibekali kurikulum TB. Saat ini, baru tahap sosialisasi di 70 Fakultas Kedokteran yang ada di tanah air.

“Jadi kami bekerjasama dengan Kemendikbud untuk membuat tambahan modul pembelajaran khusus tentang penanganan TB,” jelas Direktur Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes Tjandra Yoga Aditama bertepatan pada peringatan Hari TB Sedunia, Senin (24/3/2014).

Khususnya dengan Ditjen Pendidikan Tinggi meluncurkan Pedoman Nasional Penyusunan Modul TB di kurikulum Fakultas Kedokteran. Tjandra berharap, pendekatan sejak di bangku kuliah, bisa mempersiapkan calon dokter agar lebih mengenal TB.

Hal itu, lanjutnya, dalam rangka mendukung strategi nasional program pengendalian TB dan pencapaian MDGS. Sehingga program banyak diarahkan kepada universal access terhadap layanan TB berkualitas. Penguatan lainnya dengan Sistem Komunitas juga tidak kalah penting. Komunitas adalah kekuatan yang besar dalam pengendalain TB.

“Salah satu wujud nyata adalah mendukung komunitas untuk menjadi advokator untuk peningkatan komitmen pendanaan, peningkatan awareness masyarakat, mobilisasi sosial serta pelayanan TB di wilayah spesifik,” paparnya.

Hal yang nyata misalnya, dengan terbentuknya beberapa komunitas pasien yang berfungsi sebagai pendukung bagi sesama pasien. Antara lain, Pamali TB, Japeti, dan Peta. (sic)

Categories: Berita

Leave a Reply


 

Find Us on Youtube



Sponsors

  • Global Fund Fighting AIDS, Tuberculosis, Malaria
  • WHO Stop TB Departement
  • From The American People
  • KNCV Indonesia