Indopos – Begitu pentingnya perawatan pasien Tuberkulosis (TB) agar bisa menekan beban Indonesia terhadap kesehatan global. Tak heran, ke depan penguatan peran dokter diperlukan agar pasien TB mendapat perawatan kesehatan terbaik.

dj-tjandra“Pentingnya penguatan layanan DOTS di dokter praktik swasta (DPS) dan spesialis. Pendekatan yang dilakukan adalah dengan penerapan International Standars for TB Care (ISTC) dan penerapan sistem rewards dan sertifikasi untuk DPS,” urai Direktur Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes Tjandra Yoga Aditama bertepatan pada peringatan Hari TB Sedunia, Senin (24/3/2014).

Konsep besarnya adalah untuk ke depannya hanya dokter yang mempunyai kompetensi sertifikasi TB saja yang diizinkan untuk mengobati pasien TB. “Sedangkan dokter yang belum tersertifikasi hanya akan menjaring suspek saja. Kemudian mengirimkan pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan DOTS,” urai Tjandra.

Untuk pendekatan ini maka Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjadi leading sektor. Selain itu juga dilakukan beberapa inisiatif baru berupa uji pendahuluan yang didukung oleh beberapa donor untuk pelibatan praktisi swasta di DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Maka itu, Program Nasional Pengendalian TB harus bekerjasama dengan organisasi profesi. Harapannya, agar sistem pelibatan DPS dalam Program Pengendalian TB dan bisa diperluas ke provinsi lain. (sic)

Categories: Berita

Leave a Reply


 

Find Us on



Sponsors

  • Global Fund Fighting AIDS, Tuberculosis, Malaria
  • WHO Stop TB Departement
  • From The American People
  • KNCV Indonesia