JAKARTA-Pemerintah melakukan berbagai upaya dan membuat program pengendalian TB di Indonesia. Hasilnya, 800 ribu orang berhasil diselamatkan dari kematian dan 2,1 juta pasien TB disembuhkan.

“Walaupun dengan keterbatan yang dimiliki. Tapi dengan kerjasama pemberdayaan masyarakan dan pasien TB, serta peningkatan komitmen pemerintah pusat dan daerah, hasilnya cukup nyata,” jelas Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Tjandra Yoga Aditama, dalam Simposium Nasional dan Seminar Awam TB Bisolvon dalam rangka Hari TB Sedunia 2014, Sabtu (29/3/2014).

Di samping itu, capaian MDGs untuk TB juga diakuinya cukup berhasil. Dari 5 komponen yang ditargetkan, hanya 1 saja yang belum tercapai, yaitu penurunan prevalensi (kasus baru, Red) semua kasus TB.

“Tapi kami optimistis akan tercapai. Pada 1990 prevalensi TB masih 443 per 100 ribu penduduk, kini sudah turun hingga 297 per 100 ribu penduduk pada 2012. Angka tersebut masih akan terus update, seiring dengan kasus-kasus baru yang tengah menjalani pengobatan,” paparnya.

Yang paling berhasil, diakuinya adalah menekan angka kematian akibat TB. Yang ditargetkan MDGs 2015 menurun 50 persen, Indonesia menurutnya sudah melampaui persentase target.

“Pada 1990 kematian akibat TB mencapai 92 per 100 ribu penduduk. Kini hanya 27 per 100 ribu penduduk pada 2012,” tandasnya. (sic)

Categories: Berita

Leave a Reply


 

Find Us on Youtube



Sponsors

  • Global Fund Fighting AIDS, Tuberculosis, Malaria
  • WHO Stop TB Departement
  • From The American People
  • KNCV Indonesia