JAKARTA-Tuberkulosis (TB) membutuhkan perawatan dan penanganan intensif. Itu sebabnya, pemerintah menargetkan, pada akhir tahun ini akan ada RS Pusat Rujukan TB di setiap provinsi.

”Saat ini, baru ada 16 RS Pusat Rujukan di 15 provinsi. Jadi, pemerintah memang harus kerja ekstra keras untuk mewujudkan RS Pusat Rujukan di seluruh provinsi,” aku Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Tjandra Yoga Aditama, dalam Simposium Nasional dan Seminar Awam TB Bisolvon dalam rangka Hari TB Sedunia 2014, Sabtu (29/3/2014).

Tidak hanya penyediaan fasyankes RS Pusat Rujukan TB, tapi juga menargetkan tambahan alat pemeriksaan cepat TB Genxpert sebanyak 31 buah hingga akhir tahun. Saat ini, sudah ada 23 alat di 15 provinsi. “Bahkan, ada penambahan 18 buah lagi pada Juni 2014,” tambahnya.

Tjandra juga menuturkan, saat ini sudah tersedia layanan pasien TB lain per Februari 2014 antara lain, 6 RS sub rujukan, 676 fasyankes satelit, 8 lab tersertifikasi untuk DST, dan 2 hain test. (sic)

Categories: Berita

Leave a Reply


 

Find Us on



Sponsors

  • Global Fund Fighting AIDS, Tuberculosis, Malaria
  • WHO Stop TB Departement
  • From The American People
  • KNCV Indonesia