TB Indonesia.or.id
Gerakan Terpadu Penanggulangan TB Terpadu
STOP TB Partnership Indonesia
STOP TB Partnership Indonesia
www.tbindonesia.or.id
Berita & Kegiatan
Challenge Facility for Civil Society
This Facility will provide financial support to small groups of civil society organizations such as NGOs, self-help groups and women's groups seeking to make the collective voice of the TB community heard. It is targeted at civil society groups operating at the grass roots level and seeking to shape policy-making at local and national levels by giving a voice to people living with TB and those involved in their care. Their activities are expected to increase awareness among the policy makers to enhance the resources allocated to TB control and improve access by the public, particularly the poorest sections of society to available public health infrastructure, especially that for TB.
Dangdut TB Menggoyang Rawa Bunga
Pesan kesehatan tidak harus disampaikan dengan serius. Masyarakat cenderung lebih menyukai pesan kesehatan yang disampaikan dalam bentuk menghibur. Karena itu, Sub Direktorat Tuberkulosis Departemen Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengan Radio Elgangga 100,3 FM menggelar acara Dangdut TB yang menghadirkan bintang tamu penyanyi dangdut kondang Erie Susan dan Irma Dharmawangsa.
GLOBAL TUBERCULOSIS EPIDEMIC LEVELING OFF
19 March 2007 Geneva /New York/ Paris -- The global tuberculosis (TB) epidemic has levelled off for the first time since the World Health Organization (WHO) declared TB a public health emergency in 1993. The Global Tuberculosis Control Report released today by WHO finds that the percentage of the world's population struck by TB peaked in 2004 and then held steady in 2005.
Materials TB Day 2007
Leaflet
Bagaimana Cara Penularan TB ?Penularan dapat terjadi melalui udara pada saat penderita TB yang belum berobat batuk atau bersin tanpa menutup mulutnya. Oleh karena itu, kita wajib: Menutup mulut saat batuk dan bersin. Membuang dahak ke lubang WC dan jangan di sembarang tempat.
Kampanye Nasional TB 2007
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang berbahaya namun pengetahuan masyarakat tentang penyakit tersebut masih sangat beragam sehingga diperlukan suatu kampanye khusus untuk menyebarluaskan informasi tentang TB.
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang berbahaya namun pengetahuan masyarakat tentang penyakit tersebut masih sangat beragam sehingga diperlukan suatu kampanye khusus untuk menyebarluaskan informasi tentang TB.
Indonesia Memperingati Hari TB Sedunia
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan tuberkulosis, Indonesia memperingati Hari TB Sedunia melalui berbagai kegiatan di seluruh penjuru tanah air. Sub-Direktorat Tuberkulosis, bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin, akan menjadi tuan rumah Hari TB Sedunia di Makassar, Sulawesi Selatan pada tanggal 24 Maret 2007. Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Jusuf Kalla, direncanakan akan hadir dalam acara tersebut.
Perkembangan Diagnosis TB
Berbagai tehnik baru mulai diperkenalkan. Hal ini perlu karena disadari bahwa pemeriksaan sputum BTA yang kini dipakai luas karena mudah dan dapat diandalkan ternyata juga punya berbagai keterbatasan , seperti antara lain :
- Merupakan tehnologi berdasar penemuan lebih dari 100 tahun yang lalu.
- Sensitivitinya hanya 40-60%, dan bahkan turun jadi 20% pada mereka yang HIV (+).
- Kalau mau dilanjutkan dengahn kultur untuk memastikan diagnosis maka diperlukan waktu sedikitnya 6 minggu.
CALL TO STOP TB IN ASIA - Melawan Epidemi
Sebuah Pertemuan Kemitraan untuk Penanggulangan TB di regional
Asia Tenggara telah diselenggarakan pada tanggal 27-30 November 2006 di
Jakarta, Indonesia. Pertemuan ini dihadiri oleh lebih dari 120 pemangku
kepentingan dalam penanggulangan TB, yang terdiri dari: para Pengelola
Program TB Nasional, pakar teknis, staf dari institusi akademis,
perwakilan perusahaan dan industri, kelompok masyarakat, asosiasi
profesi, LSM, dan badan-badan penyandang dana atau donor. Pertemuaan
ini dilakukan bersamaan dengan Pertemuan Badan Koordinasi Kemitraan
Penanggulangan TB (Stop TB Partnership Coordinating Board) yang ke
sebelas.
Call for Nominations for the Communities Living with AIDS, TB and Malaria Communication Focal Point (CFP) to the Global Fund Board
We are now soliciting nominations for a vacant position of Communication Focal Point of the Delegation of the Communities Living With AIDS, TB and Malaria.
WHO GLOBAL TASK FORCE OUTLINES MEASURES TO COMBAT XDR-TB WORLDWIDE
COUNTRIES, WHO AND PARTNERS TO MOBILIZE RESPONSE TEAMS TO CONFRONT EXTENSIVELY DRUG-RESISTANT TUBERCULOSIS
Geneva, 17 October 2006 - Health experts have confirmed that the emergence of extensively drug-resistant tuberculosis (XDR-TB) poses a serious threat to public health, particularly when associated with HIV. At its first meeting, the World Health Organization (WHO) Global Task Force on XDR-TB also outlined a series of measures that countries must put in place to effectively combat XDR-TB. In addition, the Task Force will help mobilize teams that can respond to requests for technical assistance from countries, and be deployed at short notice to XDR-TB risk areas.
Details
Telah Datang Tuberkulosis Sakti
(TEMPO, Edisi. 33/XXXV/09 - 15 Oktober 2006)
(TEMPO, Edisi. 33/XXXV/09 - 15 Oktober 2006)
Kuman TB yang kebal terhadap semua obat unjuk gigi. Membunuh pasien dalam tempo kurang dari sebulan.
TITIK kecemasan itu bermula dari Kota Tugela Ferry, Provinsi Kwazulu, Natal, Afrika Selatan. Ada 52 dari 53 pasien tuberkulosis sekaligus pengidap virus perontok kekebalan tubuh (HIV), yang dikabarkan mati akibat kuman ganas Mycobacterium tuberculosis. Kematian yang mengejutkan. Rata-rata kematian mereka hanya berjarak 25 hari sejak gejala awal penyakit muncul, yakni batuk beruntun tanpa bisa ditahan-tahan.
TITIK kecemasan itu bermula dari Kota Tugela Ferry, Provinsi Kwazulu, Natal, Afrika Selatan. Ada 52 dari 53 pasien tuberkulosis sekaligus pengidap virus perontok kekebalan tubuh (HIV), yang dikabarkan mati akibat kuman ganas Mycobacterium tuberculosis. Kematian yang mengejutkan. Rata-rata kematian mereka hanya berjarak 25 hari sejak gejala awal penyakit muncul, yakni batuk beruntun tanpa bisa ditahan-tahan.
Three in One untuk TB
(TEMPO, Edisi. 33/XXXV/09 - 15 Oktober 2006)
(TEMPO, Edisi. 33/XXXV/09 - 15 Oktober 2006)
SEKALI
berkunjung, tiga keuntungan didapat: obat, beras, dan mi cepat saji.
Gratis. Itulah layanan three in one ala Perkumpulan Pemberantasan
Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Pusat, Jakarta. Insentif berlaku bagi
pasien di tiga klinik Pusat Pelayanan Penyakit Pernapasan yang ada di
tiga lokasi di Jakarta.
PIAGAM PASIEN UNTUK PERAWATAN TUBERKULOSIS
(The Patients' Charter for Tuberculosis Care)
Piagam Pasien menguraikan tentang Hak dan Kewajiban pasien Tuberkulosis yang membantu pemberdayaan pasien tuberkulosis dan masyarakatnya. Piagam ini diprakarsai dan dikembangkan oleh pasien tuberkulosis di seluruh dunia, yang membuat hubungan dengan para petugas kesehatan terjalin dengan baik dan saling menguntungkan.
Halama muka
Halama belakang
(The Patients' Charter for Tuberculosis Care)
Piagam Pasien menguraikan tentang Hak dan Kewajiban pasien Tuberkulosis yang membantu pemberdayaan pasien tuberkulosis dan masyarakatnya. Piagam ini diprakarsai dan dikembangkan oleh pasien tuberkulosis di seluruh dunia, yang membuat hubungan dengan para petugas kesehatan terjalin dengan baik dan saling menguntungkan.
Halama muka
Halama belakang
FAQs OF XDR - TB
What is XDR-TB?
XDR-TB is the abbreviation for extensively drug-resistant tuberculosis (TB). One in three people in the world is infected with dormant TB germs (i.e. TB bacteria). Only when the bacteria become active do people become il
withTB. Bacteria become active as aresult of anything that can reduce the personās immunity, suchas HIV, advancing age, or some medical conditions. TB can usualy be treated with a course of four standard, or first-line, anti-TB drugs. If these drugs are mis used or mis managed, multi drug-resistant TB(MDR-TB) can develop. MDR-TB takes longer to treat with second-line drugs, which are more expensive and have more side-efects. XDR-TB can develop when these second-line drugs are also mis used or mis managed and there fore also become inefective.
Because XDR-TB is resistant to first-and second-line drugs, treatment options are seriously limited. It is there fore vital that TB controlis managed properly.
withTB. Bacteria become active as aresult of anything that can reduce the personās immunity, suchas HIV, advancing age, or some medical conditions. TB can usualy be treated with a course of four standard, or first-line, anti-TB drugs. If these drugs are mis used or mis managed, multi drug-resistant TB(MDR-TB) can develop. MDR-TB takes longer to treat with second-line drugs, which are more expensive and have more side-efects. XDR-TB can develop when these second-line drugs are also mis used or mis managed and there fore also become inefective.
Because XDR-TB is resistant to first-and second-line drugs, treatment options are seriously limited. It is there fore vital that TB controlis managed properly.
Emergence of XDR-TB
This note is to inform you about recent developments concerning a cluster of extremely drug resistant (XDR) TB cases reported from South Africa .
GF-ATM TB Ronde 5: Pengajuan Proposal Kegiatan LSM/Institusi Lain
Implementasi Program Bantuan GF-ATM TB Ronde 5 Di Indonesia
Seiring dengan akan dilaksanakannya implementasi program bantuan GF-ATM Ronde 5 di Indonesia pada Oktober 2006, Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Depkes RI, selaku Principal Recipient program bantuan GF-ATM TB Ronde 5 mengundang LSM atau institusi lain untuk berperan serta dalam Program Penanggulangan TB di Indonesia melalui program bantuan GF-ATM TB Ronde 5.
Call for Nominations for the Communities Living with AIDS, TB and Malaria Communication Focal Point (CFP) to the Global Fund Board
We are now soliciting nominations for a vacant position of Communication Focal Point of the Delegation of the Communities Living With AIDS, TB and Malaria.
31 Mei 2006: Hari Tanpa Tembakau Sedunia
Tembakau: Dalam bentuk Apapun Mematikan
Tembakau: Dalam bentuk Apapun Mematikan
Hari Tanpa Tembakau Sedunia diperingati pada tanggal 31 Mei setiap tahunnya Tema global tahun ini adalah 'Tobacco: Deadly in any form or disguise'. Indonesia mengadopsi tema tersebut menjadi 'Tembakau: Dalam Bentuk Apapun Mematikan'.
Lembar Fakta Tembakau dan Tuberkulosis
Merokok meningkatkan resiko timbulnya penyakit
Tuberkulosis (TBC)!
- Paparan terhadap tembakau, baik secara aktif maupun pasif, meningkatkan resiko timbulnya penyakit TBC. Data dari litbangkes menunjukkan bahwa mereka yang merokok (termasuk mereka yang masih merokok saat ini dan yang telah berhenti merokok) mempunyai resiko menjadi sakit TBC 3 kali lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok
Strategi
Global Penanggulangan TBC di Era HIV
Pada tahun 1990, dunia internasional mencapai
konsesus penggunaan strategi DOTS untuk menemukan dan mengobati penderita TBC.
Tanpa adanya infeksi HIV, Strategi DOTS terbukti efektif dalam mengurangi angka
kejadian, angka prevalensi dan angka kematian akibat TBC.
Selengkapnya
Kelompok Kerja Nasional TBC Anak
Sampai saat ini
informasi dan data mengenai angka kesakitan TBC Anak di Indonesia masih
terbatas. Pencatatan dan pelaporan yang
dilakukan juga tidak mengidentifikasikan kasus TBC Anak secara jelas. Akibatnya tidak ada estimasi yang cukup jelas
tentang jumlah kasus TBC Anak di Indonesia.
SelengkapnyaMemperluas akses pelayanan penderita TBC dengan strategi DOTS pada institusi kesehatan TNI-AD
Sejak 3 tahun yang lalu telah
dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Depkes dan
TNI-AD dalam kerjasama untuk menanggulangi TBC.
Equitable Quality DOTS for All
Building on Results and Accelerating Progress Towards the MDGs
Building on Results and Accelerating Progress Towards the MDGs
This proposal has been designed to
build on the initial gains made under the round 1 TB grant. It not only
makes provisions for strengthening DOTS expansion in order to achieve
the global targets of 70% case detection and 85% treatment success, but
broadens the scope of TB control activities through strategic
initiatives to accelerate progress towards the MDGs. The Round 5
proposal is based on the National Strategic Plan to Control TB Year
2002-2006, complimentary to the Round 1 GFATM TB grant, and expanding
to the period 2007-2011.
Tuberculosis Prevalence Survey in Indonesia
2004
2004
The 2004 TB Prevalence Survey estimates the
prevalence of SS + TB of 104 per 100,000 population (95% CI: 66 to 142 per
100,000). A considerable difference is found between Java-Bali (59 per 100,000)
and outer Java-Bali region (174 per 100,000).
Report Of The External TB Monitoring Mission
Indonesia, 7-18 March 2005
EXECUTIVE SUMMARY
An external monitoring mission to review the National Tuberculosis Programme of Indonesia was undertaken by WHO, The Royal Netherlands Tuberculosis Association (KNCV) and Stop TB Partners, in collaboration with the Ministry of Health of Indonesia from 7 to 18 March 2005.
An external monitoring mission to review the National Tuberculosis Programme of Indonesia was undertaken by WHO, The Royal Netherlands Tuberculosis Association (KNCV) and Stop TB Partners, in collaboration with the Ministry of Health of Indonesia from 7 to 18 March 2005.
The Patients' Charter for Tuberculosis Care
The Patients' Charter outlines the Rights and Responsibilities of People with Tuberculosis. It empowers people with the disease and their communities through this knowledge. Initiated and developed by patients from around the world, the Charter makes the relationship with health care providers a mutually beneficial one.
Details
Details
RENCANA PENGEMBANGAN DOTS PLUS CENTER DI INDONESIA
Hal penting dalam persiapan & pelaksanaan DOTS Plus diantaranya: Komitmen Pemerintah & National TB Program, Pelaksanaan Program Pengendalian TB dengan Strategi DOTS yang baik, Pencapaian penemuan kasus dengan pemeriksaan dahak kultur dan uji sensitifitas yang terjamin kualitasnya, Data surveilans Resistensi OAT yang representatif berbasis wilayah negara/wilayah sebagai dasar design rejimen pengobatan dan rencana pengadaan obat.
Penanggulangan TBC di UPK Lapas/Rutan
Penyakit TBC tidak mengenal batas wilayah, tidak dapat dihindari penyebarannya meskipun di lingkungan yang dibatasi oleh dinding Lapas/Rutan yang tinggi.
Info Komli GERDUNAS TBC
Untuk meningkatkan kinerja penanggulangan TBC di
Indonesia telah dibentuk Komite Ahli Gerakan Terpadu Nasional (KOMLI GERDUNAS
TB) yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri
Kesehatan
RI nomor 1099/Menkes/SK/X/2001.
Selengkapnya
Diagnosis & Pengobatan Tuberkolosis Terbaru
Dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), DTM&H, DTCE
Ketua Komite Ahli GERDUNAS TB
Baru-baru ini telah diselenggarakan dua buah kongres internasional tentang tuberkulosis & penyakit paru lainnya, yaitu 23rd IUATLD Eastern Regional International Conference on TB & Lung Diseases tanggal 25 - 28 September 2005 di Lahore - Pakistan dan 36th World Conference on Lung Health of the IUATLD tanggal 18 - 22 Oktober 2005 di Paris - Perancis.
Persiapan Penyelenggaraan
HARI TBC
SEDUNIA 24 MARET 2006
Ditinjau dari latar
belakang sejarahnya, Hari TBC Sedunia (World TB Day) memperingati pertama
kalinya TB bacilli (basilus TBC)
ditemukan oleh Robert Koch. Karena
itulah, setiap tanggal 24 Maret, berbagai negara diseluruh dunia
memperingatinya untuk bersama-sama memperoleh gambaran yang lebih jelas
mengenai pola penyebaran Tuberculocis
(penyakit TBC) dan berbagai strategi penanggulangan yang telah diupayakan dalam
ruang lingkup nasional (national-wide
profile).
Kongres Nasional I Tuberkulosis 2005
Penyelenggaraan Kongres nasional TBC
yang pertama adalah salah satu agenda yang dicanangkan pada peringatan
Hari TBC Sedunia, 24 Maret 2005 lalu. Tujuan Kongres Nasional TBC ini
adalah terselenggaranya suatu forum ilmiah sebagai sarana dalam
membahas TBC dari aspek klinis, aspek kesehatan masyarakat, aspek
kemitraan, aspek kepemimpinan, dan menjawab tantangan perkembangan ilmu
pengetahuan teknologi dan kedokteran bidang TBC.
FAQ TB
Foto Kegiatan










......................................................
Arsip
......................................................
Links
......................................................
Partners


