STOP TB Partnership Indonesia
TBC PADA ANAK
Masalah
lain yang cukup banyak terjadi di Indonesia adalah kesalahan diagnosis baik
oleh dokter umum maupun dokter spesialis anak, sehingga pengobatan diberikan
pada anak yang tidak menderita TBC atau sebaliknya, anak penderita TBC tidak
mendapatkan penanganan yang semestinya. Pemberian OAT pada anak yang tidak
menderita TBC selain akan memicu pengeluaran yang tidak diperlukan, juga
membuat berkurangnya persediaan obat untuk penderita TBC yang benar-benar
memerlukannya. Selain itu, sebagian besar dokter spesialis anak belum
terhubungkan dengan program DOTS yang berkualitas.
Saat ini, Kelompok Kerja (Pokja) TBC Anak aktif bekerja pada tingkat
nasional. Salah satunya bekerja sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
untuk melakukan pengembangan scoring
chart dan sudah diuji coba di Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo,
RSIA Harapan Kita, RSUD Budi Asih dan RS Persahabatan selama bulan Agustus
hingga September 2005. Uji coba ini akan dilanjutkan dengan uji coba lapangan
untuk menguji kelayakan scoring chart
di Puskesmas di tiga propinsi, yaitu DKI Jakarta, Sulawesi Utara dan NTT pada
bulan Desember 2005. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendanaan dari GFATM dan
kerjasama antara Departemen Kesehatan, Pengurus Pusat IDAI dan Fakultas
Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.
FAQ TB
Foto Kegiatan










Arsip
Links
Partners


