STOP TB Partnership Indonesia
APA ITU TBC
TBC bukan penyakit keturunan dan bukan disebabkan oleh
kutukan atau guna-guna. TBC dapat menyerang siapa saja (tua,
muda, laki-laki, perempuan, miskin, kaya).
TBC dapat disembuhkan dengan
pengobatan yang tepat, lengkap dan teratur.
Bagaimana Penularannya?
Sumber penularan adalah dahak
penderita TBC yang mengandung kuman TBC. TBC menular melalui udara bila
penderita batuk, bersin dan berbicara dan percikan dahaknya yang mengandung
kuman TBC melayang-layang di udara dan terhirup oleh oranglain.
Apa saja gejala-gejala TBC?
Gejala utama adalah batuk
berdahak terus-menerus selama tiga minggu atau lebih.
Gejala-gejala lainnya antaralain:
- sesak napas dan nyeri dada,
- batuk bercampur darah,
- badan lemah dan rasa kurang enak badan,
- kurang nafsu makan dan berat badan menurun,
- berkeringat pada malam hari meskipun tidak
melakukan kegiatan.
Bagaimana mendiagnosa TBC?
Harus dilakukan pemeriksaan
dahak dengan miskroskop. Seseorang dipastikan menderita TBC bila dalam dahaknya
terdapat kuman TBC.
Dahak yang diambil adalah dahak
Sewaktu-Pagi-Sewaktu:
- Pada waktu datang pertama kali untuk periksa
ke unit pelayanan kesehatan, disebut dahak Sewaktu pertama (S).
- Dahak diambil pada pagi hari berikutnya segera
setelah bangun tidur, kemudian dibawa dan diperiksa di unit pelayanan
kesehatan, disebut dahak Pagi
(P).
- Dahak diambil di unit pelayanan kesehatan pada
saat menyerahkan dahak pagi, disebut dahak Sewaktu kedua (S).
Bagaimana cara pengobatan TBC?
Pengobatan dilakukan dalam dua
tahap, yaitu tahap awal (intensif) dan tahap lanjutan. Lama pengobatan 6-8
bulan, tergantung berat ringannya penyakit. Penderita harus minum obat secara
lengkap dan teratur sesuai jadwal berobat sampai dinyatakan sembuh. Dilakukan
tiga kali pemeriksaan ulang dahak untuk mengetahui perkembangan kemajuan
pengobatan, yaitu pada akhir pengobatan tahap awal, sebulan sebelum akhir
pengobatan dan pada akhir pengobatan.
Kemana penderita dapat berobat?
Puskesmas, Balai Pengobatan
Penyakit Paru-Paru (BP4), Rumah Sakit, klinik dan dokter praktek swasta. Di
Puskesmas, penderita bisa mendapatkan pengobatan TBC secara cuma-cuma (GRATIS).
Catatan:
Rumah Sakit, Klinik dan Dokter
Praktek Swasta yang sudah bekerjasama dengan program juga menyediakan obat yang
sama dan Gratis.
Bagaimana mengetahui kemajuan pengobatan?
Keluhan berkurang atau hilang,
berat badan bertambah, nafsu makan meningkat.
Pemeriksaan dahak pada akhir
tahap awal juga menunjukkan hasil negatif.
Apa akibatnya bila minum obat tidak teratur?
- Penyakit tidak akan sembuh atau bahkan menjadi
lebih berat.
- Penderita tetap dapat menularkan penyakitnya
pada orang lain.
- Penyakit menjadi makin sukar diobati karena
ada kemungkinan kuman TBC menjadi kebal, sehingga diperlukan obat yang
lebih kuat dan lebih mahal. Obat untuk kuman yang kebal tidak tersedia di
semua fasilitas kesehatan.
- Perlu waktu lebih lama untuk sembuh.
- Penderita dapat juga menularkan kuman yang
sudah kebal obat pada orang lain.
Kapan penderita dinyatakan sembuh?
Bila pada pemeriksaan ulang
dahak satu bulan sebelum akhir pengobatan dan akhir pegobatan tidak ditemukan
lagi adanya kuman TBC.
FAQ TB
Foto Kegiatan










Arsip
Links
Partners


