www.tbindonesia.or.id
 > Tentang TBC > Fakta Tentang TBC
Awal Daily RSS News Feed Peta Situs Kontak
Stop TB, Gerakan Terpadu Penanggulangan TB Terpadu

APA ITU TBC

TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman TBC (Mycobacterium tuberculosis). TBC lebih sering menyerang paru-paru, namun juga dapat menyerang bagian tubuh lain seperti selaput otak, kulit, tulang, kelenjar getah bening, dan bagian tubuh lainnya.

TBC bukan penyakit keturunan dan bukan disebabkan oleh kutukan atau guna-guna. TBC dapat menyerang siapa saja (tua, muda, laki-laki, perempuan, miskin, kaya).

 
TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat, lengkap dan teratur.

 
Bagaimana Penularannya?

Sumber penularan adalah dahak penderita TBC yang mengandung kuman TBC. TBC menular melalui udara bila penderita batuk, bersin dan berbicara dan percikan dahaknya yang mengandung kuman TBC melayang-layang di udara dan terhirup oleh oranglain. 

 
Apa saja gejala-gejala TBC?

Gejala utama adalah batuk berdahak terus-menerus selama tiga minggu atau lebih.

Gejala-gejala lainnya antaralain:

  • sesak napas dan nyeri dada,
  • batuk bercampur darah,
  • badan lemah dan rasa kurang enak badan,
  • kurang nafsu makan dan berat badan menurun,
  • berkeringat pada malam hari meskipun tidak melakukan kegiatan.

 
Bagaimana mendiagnosa TBC?

Harus dilakukan pemeriksaan dahak dengan miskroskop. Seseorang dipastikan menderita TBC bila dalam dahaknya terdapat kuman TBC.

 Dahak yang diambil adalah dahak Sewaktu-Pagi-Sewaktu:

  1. Pada waktu datang pertama kali untuk periksa ke unit pelayanan kesehatan, disebut dahak Sewaktu pertama (S).
  2. Dahak diambil pada pagi hari berikutnya segera setelah bangun tidur, kemudian dibawa dan diperiksa di unit pelayanan kesehatan, disebut dahak Pagi (P).
  3. Dahak diambil di unit pelayanan kesehatan pada saat menyerahkan dahak pagi, disebut dahak Sewaktu kedua (S).

 
Bagaimana cara pengobatan TBC?

Pengobatan dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap awal (intensif) dan tahap lanjutan. Lama pengobatan 6-8 bulan, tergantung berat ringannya penyakit. Penderita harus minum obat secara lengkap dan teratur sesuai jadwal berobat sampai dinyatakan sembuh. Dilakukan tiga kali pemeriksaan ulang dahak untuk mengetahui perkembangan kemajuan pengobatan, yaitu pada akhir pengobatan tahap awal, sebulan sebelum akhir pengobatan dan pada akhir pengobatan.

 
Kemana penderita dapat berobat?

Puskesmas, Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru (BP4), Rumah Sakit, klinik dan dokter praktek swasta. Di Puskesmas, penderita bisa mendapatkan pengobatan TBC secara cuma-cuma (GRATIS).

 
Catatan:

Rumah Sakit, Klinik dan Dokter Praktek Swasta yang sudah bekerjasama dengan program juga menyediakan obat yang sama dan Gratis.

 
Bagaimana mengetahui kemajuan pengobatan?

Keluhan berkurang atau hilang, berat badan bertambah, nafsu makan meningkat.

Pemeriksaan dahak pada akhir tahap awal juga menunjukkan hasil negatif.

 
Apa akibatnya bila minum obat tidak teratur?

  • Penyakit tidak akan sembuh atau bahkan menjadi lebih berat.
  • Penderita tetap dapat menularkan penyakitnya pada orang lain.
  • Penyakit menjadi makin sukar diobati karena ada kemungkinan kuman TBC menjadi kebal, sehingga diperlukan obat yang lebih kuat dan lebih mahal. Obat untuk kuman yang kebal tidak tersedia di semua fasilitas kesehatan.
  • Perlu waktu lebih lama untuk sembuh.
  • Penderita dapat juga menularkan kuman yang sudah kebal obat pada orang lain.

 
Kapan penderita dinyatakan sembuh?

Bila pada pemeriksaan ulang dahak satu bulan sebelum akhir pengobatan dan akhir pegobatan tidak ditemukan lagi adanya kuman TBC.

FAQ TB


Foto Kegiatan

......................................................

Arsip

......................................................

......................................................

Partners

Depkes RI
WHO
Stop TB