STOP TB Partnership Indonesia
Kegiatan Laboratorium TBC
Untuk optimalisasi kinerja laboratorium TBC di Indonesia, saat ini telah dilakukan berbagai kegiatan, diantaranya:
-
Penilaian kembali dan pemutahiran jejaring laboratorium TBC
Menyusun kriteria Laboratorium TBC di setiap jenjang administrasi
Laboratorium TBC di tingkat UPK, sebagai pusat mikroskopis
Laboratorium rujukan TBC utk Crosscheck.
Laboratorium rujukan TBC tingkat Propinsi
Laboratorium rujukan TBC tingkat Regional
Laboratorium rujukan TBC tingkat Nasional.
-
Menyusun instrumen untuk penilaian Laboratorium TBC sesuai dengan fungsinya
-
Melaksanakan penilaian Laboratorium TBC di 31 propinsi: 26 BLK dan laboratorium-laboratorium potensial lainnya (Laboratorium RS, Labkesda dan laboratorium swasta lainnya).
-
Menganalisa hasil penilaian Laboratorium TBC sebagai dasar standardisasi Laboratorium TBC
-
Pengkajian ulang dan pemutahiran Buku Pedoman Laboratorium TBC dan modul pelatihan bagi petugas Laboratorium di UPK
-
Pedoman pemeriksaan mikroskopis dahak BTA (Basil Tahan Asam).
-
Pedoman QA (Quality Assurance) untuk Laboratorium TBC.
-
Pedoman untuk Keamanan Kerja Laboratorium TBC.
-
Pedoman untuk melakukan Biakan dan tes kepekaan M. tuberculosis.
-
Pedoman dan Cara Melaksanakan Pelatihan Laboratorium TBC.
-
Modul pelatihan untuk Laboratorium TBC.
-
Pengembangan Sumber Daya Manusia :
-
Meningkatkan pengetahuan & ketrampilan petugas laboratorium & Wasor TB di setiap jenjang laboratorium melalui:
-
Training Need Assessment.
-
Pelatihan awal, pelatihan ulang dan pelatihan kerja (on the job training) untuk petugas laboratorium TBC dan Wasor TBC di setiap jenjang dalam bidang manajemen Laboratorium TB dan ketrampilan teknis pemeriksaan laboratorium.
-
Konsultasi teknis kepada konsultan laboratorium TBC dari laboratorium Internasional sebagai bagian dari technical assistant.
-
Melaksanakan evaluasi pasca pelatihan.
-
Meningkatkan pengetahuan manajerial & ketrampilan Laboratorium sebagai manajer Laboratorium TBC di setiap jenjang
-
Melaksanakan DRS di Propinsi Jawa Tengah
Merencanakan dan mempersiapkan pelaksanaan Drug Resistance Survey (DRS) Obat Anti TBC (OAT). DRS merupakan salah satu kegiatan surveilans penyakit untuk mengetahui besarnya masalah resistensi kuman TBC terhadap OAT. Berdasar hasil DRS maka akan dibentuk suatu pusat penanganan penderita TBC dengan resistensi ganda (Multiple Drugs Resistance/ MDR).
-
Pemantauan dan Evaluasi
Melaksanakan Pertemuan Koordinasi (setiap triwulan atau 6 bulanan) di setiap jenjang administrasi: antara Subdit P2TB,ditlabkes di tingkat nasional; antara unit laboratorium TB dan pelaksanan P2TBC di setiap jenjang; dan antar unit laboratorium TBC disetiap jenjang untuk meningkatkan kinerja dan mengaktifkan jejaring laboratorium TBC.
Pembinaan rutin dan teratur (setiap triwulan atau 6 bulanan
), dilaksanakan oleh setiap unit terkait disetiap jenjangMembuat sistem analisa data, umpan balik dan tindak lanjut.
Menerapkan mekanisme umpan balik yang cepat.
Pengadaan alat-alat dan bahan Laboratorium TB
Penelitian Operasional di bidang laboratorium TBC
FAQ TB
Foto Kegiatan










Arsip
Links
Partners


