www.tbindonesia.or.id
Awal Daily RSS News Feed Peta Situs Kontak
Stop TB, Gerakan Terpadu Penanggulangan TB Terpadu

Kisah Keberhasilan
 
JUMIATI, 50 TAHUN
“Saya kaget dan takut!”

Saya menderita batuk berkepanjangan sebelum akhirnya didiagnosis menderita TBC. Meskipun tahu tentang TBC, tapi saya kaget dan takut ketika diberitahu menderita TBC. Saya tidak merokok, mengkonsumsi makanan bergizi dan kesehatan tubuh saya baik. Kenapa saya yang harus kena TBC? Anak saya pun sangat kaget ketika diberi tahu. Stres dan kekhawatiran karena TBC membuat saya tidak bisa bekerja
lebih lanjut...


DASRIA, 38 TAHUN
“Saya kira TBC karena merokok atau keturunan”

Saya seorang ibu rumah tangga dengan satu putri. Gejala awal saya rasakan dua bulan lalu. Saya memeriksakan diri ke dokter swasta untuk mengobati batuk yang saya alami, tapi sampai satu bulan penyakit saya belum sembuh. Saat itulah ayah saya memberitahu untuk berobat ke klinik HOPE.
lebih lanjut...

AMACE FELLE, PASIEN DAN PUTRI SEORANG PMO
”Saya merasa jauh lebih baik.”

Kini saya hampir menyelesaikan pengobatan TBC dan merasa jauh lebih baik. Awalnya saya merasa sangat lemah, kurus, tidak punya nafsu makan dan batuk-batuk. Tak terpikir bahwa saya menderita TBC. Saya pikir hanya flu biasa. lebih lanjut...


MAGDALENA FELLE (PMO) 
“Saya merasa puas bila melihat pasien sembuh.”

”Saya telah menjadi PMO sejak tahun 2002. Ssebelum menjadi PMO saya bahkan tidak tahu apa-apa mengenai TBC. Awalnya saya aktif dalam program Ibu dan Anak di desa, dan saat kami membahas tentang TBC, ada penjelasan mengenai peran PMO. Saya dilatih menjadi PMO.
lebih lanjut...


URFINUS SAU, 52 TAHUN
“Saya sebenarnya sudah mati”

Kalimat tersebut dilontarkan Pak Urfinus Sau, pria berusia 52 tahun. Meskipun mengalami kebutaan sejak berusia 7 bulan, ia berhasil memiliki kehidupan normal layaknya orang biasa. Pak Urfinus dikenal sebagai penggali sumur yang handal dan pemetik kelapa. Ia menikah dan dikaruniai seorang putri, yang kemudian memberinya seorang cucu.
lebih lanjut...

 
 
 

FAQ TB


Foto Kegiatan

......................................................

Arsip

......................................................

......................................................

Partners

Depkes RI
WHO
Stop TB