TB Indonesia.or.id
Gerakan Terpadu Penanggulangan TB Terpadu
STOP TB Partnership Indonesia
STOP TB Partnership Indonesia
Sejarah Penanggulangan TBC di Indonesia
Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT)
tahun 1995 menunjukkan bahwa penyakit TBC adalah penyebab kematian nomor satu
dari golongan penyakit infeksi pada semua kelompok usia. Pada tahun 1999, WHO
memperkirakan setiap tahun terjadi 583.000 kasus baru TBC dengan kematian
karena TBC sekitar 140.000. Diperkirakan pada setiap 100.000 penduduk Indonesia
terdapat 130 penderita baru TBC paru BTA positif. Penyakit TBC menyerang
sebagian besar kelompok usia kerja produktif, kelompok ekonomi lemah, dan berpendidikan
rendah.
Sampai saat ini Program Penanggulangan TBC
dengan Strategi DOTS belum dapat menjangkau seluruh Puskesmas. Demikian juga rumah
sakit pemerintah, swasta dan unit pelayanan kesehatan lainnya. Pengobatan yang
tidak teratur dan kombinasi obat yang tidak lengkap dimasa lalu, diduga telah
menimbulkan kekebalan ganda kuman TBC terhadap Obat Anti Tuberkulosis (OAT)
atau Multi Drug Resistance (MDR).
Sejak tahun 1995, Program Pemberantasan
Tuberkulosis Paru telah dilaksanakan dengan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse chemotherapy) yang
direkomendasi oleh WHO. Seiring dengan pembentukan GERDUNAS TBC, maka
Pemberantasan Penyakit Tuberkulosis Paru berubah menjadi Program Penanggulangan Tuberkulosis (TBC).
Tujuan jangka panjang penanggulangan TBC
adalah menurunkan angka kesakitan dan
angka kematian penyakit TBC dengan cara memutuskan rantai penularan, sehingga
penyakit TBC tidak lagi merupakan masalah kesehatan masyarakat Indonesia.
Sedangkan tujuan jangka pendeknya adalah: 1) tercapainya angka kesembuhan
minimal 85 % dari semua penderita baru BTA positif yang ditemukan, dan 2)
tercapainya cakupan penemuan penderita secara bertahap sehingga pada tahun 2005
dapat mencapai 70% dari perkiraan semua penderita baru BTA positif.
Pada tahun 1999, Menteri Kesehatan
mencanangkan Gerakan Terpadu Nasional Penanggulangan Tuberkulosis (GERDUNAS
TBC), yang ditindaklanjuti dengan pertemuan antar mitra yang pertama serta
peluncuran program pelatihan untuk tenaga kesehatan. Pada tahun 2001 disusun
Rencana Strategis lima tahunan sebagai panduan penanggulangan TBC, sekaligus
sebagai upaya mendapatkan dana dari lembaga donor. Dengan makin besarnya
pendanaan dari lembaga donor serta peningkatan kapasitas manajerial di berbagai
tingkatan, telah terjadi perluasan cakupan program secara signifikan sejak
tahun 2002.
FAQ TB
Foto Kegiatan










......................................................
Arsip
......................................................
Links
......................................................
Partners


