TB Indonesia.or.id
Gerakan Terpadu Penanggulangan TB Terpadu
STOP TB Partnership Indonesia
STOP TB Partnership Indonesia
www.tbindonesia.or.id
 > Teknis
Situasi TBC/HIV di Indonesia
Prevalensi HIV dan dinamika epidemi HIV di
Indonesia sangat beragam. Enam propinsi dengan beban tertinggi adalah Bali,
Jawa Timur, Papua, Kepulauan Riau, Jakarta dan Jawa Barat. Sebagian besar kasus baru HIV terjadi
pada pengguna jarum suntik, dan jumlahnya telah bertambah delapan kali lipat
sejak tahun 1998.
Meskipun pemantauan HIV pada penderita TBC belum
pernah dilakukan dan prevalensi infeksi HIV pada penderita TBC usia dewasa
(15-49 tahun) belum diketahui secara pasti, namun TBC adalah infeksi terbesar
kedua yang sering dialami pederita AIDS di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Cipto
Mangunkusumo Jakarta. Selain itu, 24% pasien HIV positif yang memeriksakan diri
di klinik khusus pada tahun 2004 dinyatakan juga mengidap TBC. Di sebuah klinik TBC di Jakarta, 21% dari
penderita TBC yang diobati menjalani konseling dan VCT dipastikan HIV positif.
Melihat
makin meningkatnya transmisi HIV di kalangan pengguna jarum suntik, dan
kemungkinan tumpang tindih antara HIV dan TBC, maka telah dilakukan usaha memperkuat
kolaborasi antara program TBC dengan HIV/AIDS. Pada tahun 2002 diadakan lokakarya
mengenai TB-HIV, diikuti dengan pembentukan kelompok kerja TB-HIV di tingkat
nasional yang bertugas untuk menyusun Rencana Strategis mengenai TB-HIV. Saat ini telah dilakukan
analisis situasi di empat propinsi dengan beban tinggi untuk mengkaji hubungan
antara program TBC dan HIV/AIDS. Panduan
pengobatan TBC pada penderita HIV positif telah dicetak dan didistribusikan ke
6 propinsi dengan beban HIV/AIDS tertinggi, serta sebuah proyek percontohan
kolaboratif TB-HIV telah dilakukan di dua Puskesmas di Jakarta. Tujuan dari model ini adalah:
- Mendorong kolaborasi antara program TBC dan HIV/AIDS dengan semua pihak terkait pada tingkat kabupaten/kota, serta menentukan peran dan tanggung jawab dalam aktivitas bersama TBC-HIV.
- Menciptakan kerangka kerja untuk proyek percontohan kolaboratif guna
mengikutsertakan surveilans dalam pemantauan dan evaluasi pasien TBC.
-
Menggerakkan sumber daya untuk aktivitas bersama TB-HIV.
-
Mendukung tujuanpelaksanaan kegiatan untuk mengurangi beban TBC pada penderita HIV positif dan mengurangi beban HIV pada penderita TBC.
-
Mendokumentasikan pembelajaran dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi proyek percontohan untuk memberi masukan bagi kolaborasi TB-HIV di tingkat nasional, serta memfasilitasi dimulainya aktivitas kolaborasi TB-HIV di empat propinsi dengan beban tinggi, termasuk penyusunan strategi serta kebijakan nasional dalam aktivitas bersama penangangan koinfeksi TB-HIV.
Informasi terkait tentang TB/HIV di tingkat Internasional, dapat mengunjungi tautan berikut:
FAQ TB
Foto Kegiatan










......................................................
Arsip
......................................................
Links
......................................................
Partners


